Berikut cara recovery Grub dengan Live CD Ubuntu
1. Booting dengan menggunakan Live CD
2. Buka Gnome-Terminal
3. Ketikkan perintah :
ubuntu@ubuntu :~$ sudo bash
root@ubuntu :~# grub
root@ubuntu :~# find /boot/grub/stage1
(hd0,7)
root@ubuntu :~# root (hd0,7)
root@ubuntu :~# setup (hd0)
root@ubuntu :~# quit
4. Restart Komputer
Hari ini aku pengin banget nginstall Driver Epson C90 ku di Linux, Soalnya di Windows udah bisa. Daripada musti switch OS melulu, hehe.. Pertama kali aku coba cari-cari link buat download drivernya. Dan ternyata Epson sendiri menyediakan Driver Printer seri tersebut untuk Linux di URL : http://www.avasys.jp/lx-bin2/linux_e/ink/DL2.do
Keliyatane seh cuman buat Keluarganya RedHat, bisa diliyat dari Extensi File nya yang *.rpm walaupun sebenernya ada file sourcenya.
Setelah melalui tahap-tahap sulit compile dan Googling sana-sini akhirnya berhasil juga paket source nya di build dan di install.
Setelah menambahkan Printernya Lewat KControl (Oops kebetulan aku pake KDE) Printernya bisa di detect dan List Drivernya pun udah masuk.
Namun Anehnya Ketika dipake buat ngeprint ndak respon sama sekali. Wadooh Cuman Error aja yang tampil di Printer Jobs. Trus coba test dengan perintah
sasuke@konoha:~$ ekpstm
Keluar Error sebagai berikut :
PIPS Error: File accessing error.
Tak Henti-hentinya MengGoggling dan masih belum menemukan jawaban atas error tersebut. Akhirnya di sebuah Forum ada yang nyaranin pake Drivernya Epson C68 yang udah ada di Ubuntu Gutsy punyaku.
Setelah Kucoba ganti Drivernya dengan C68, dan ngeluarin Test Page nya, ternyata BERHASIL, It’s WORK !!!!
Tutotial ini adalah Lanjutan dari tutorial sebelumnya yang berkaitan dengan bootsplash atau fbsplash. Pada tutorial sebelumnya waktu booting maupun shutdown progressbar tidak bisa bergerak alias tidak aktif. Dengan sedikit script di bawah ini akan mengaktifkan progress bar tersebut. Langkah2nya sebagai berikut :
- Buat file /etc/rc.progress
- Isikan script di bawah ini dengan menggunakan editor, misalnya vim
- Tambahkan permission untuk bisa dieksekusi
- #chmod +x /etc/rc.progress
- Coba jalankan script tersebut, bila terdapat error coba ubah symlink sh yang ada di /bin/sh ke symlinknya bash dan eksekusi lagi.
- Tambahkan beberapa baris script di bawah ini pada bagian atas dari file file di directory /etc/rc2.d/ atau di directory rc*.d yang lain (pokoknya sesuai dengan default init nya)
- # Load the splash function
. /etc/rc.d/rc.progress
progressup
- Tambahkan script di akhir file /etc/rc.localseperti dibawah ini
- # Remove the temporary progress bar file
rm -f /tmp/progressbar
- Oke sudah selesai sekarang coba reboot komputernya dan lihat hasilnya. Selamt mencoba
Sebenarnya waktu itu aku ingin meliyat default init nya ubuntu itu init berapa, soalnya untuk mode multiuser ada beberapa kemungkinan init nya. Biasanya sih ada di /etc/inittab tapi kok di ubuntu ndak ada. setelah nyari-nyari eh ternyata dapet tutorial untuk mendisable tombol ctrl+alt+del hehehe. Untuk Pengguna Distro Debian, cara untuk Mendisable tombol Ctrl+Alt+Del supaya System tidak restart adalah dengan mengedit file /etc/inittab. Namun di Ubuntu ternyata tidak terdapat file tersebut. Usut demi usut ternyata terdapat di file /etc/event.d/control-alt-delete. jadi ndak fokus nih
Pada banyak kasus instalasi GRUB yangmasih standar tidaklah aman, Maksudnya adalah bahwa setiap orang yang mempunyai akses secara fisik ke komputer diperbolehkan untuk mengubah setingan untuk boot up. Dalam keadaan tersebut seseorang diperbolehkan melakukan booting dan masuk ke mode single user tanpa di mintai password. Dengan cara demikian sistem kita masih rentan terhadap serangan.
Dengan fitur keamanan dari GRUB kita dapat mengamankanboot menu dan setiap masukan yang dikehendaki. Keuntungan GRU dibandingkan LILO dalam hal ini adalah GRUB menggunakan password terenkripsi MD5 yang tidak dapat diketahui secara mudah dengan membaca file konfigurasi GRUB.
Untuk mendapatkan password MD5 masukkan perintah di bawah ini pada shell:
root@konoha:~# grub-md5-crypt
Password: ******
Retype password: ******
$1$HekmK$ODO9OOJhGbtDRfIdmA4xV1
Setelah mendapatkan password md5 nya kita edit file /boot/grub/menu.lst denga editor, misalnya dengan vim.
root@konoha:~#vim /boot/grub/menu.lst
Edit tambahkan kata “password –md5 ” diikuti dengan password yang telah didapatkan tadi di bawah settingan “timeout” (lihat konfigurasi menu.lst)
password --md5 $1$HekmK$ODO9OOJhGbtDRfIdmA4xV1
Sebagai tambahan tambahkan permission pada file tersebut sehingga hanya root yang bisa membacanya dengan perintah :
root@konoha:~#chmod 700 /boot/grub/menu.lst
Jangan lupa untuk memastikan bahwa booting CDROM didisable dan diproteksi dengan password, dengan begini seorang penyerang tidak bisa dengan mudah menggunakan Live-CD untuk menjebol GRUB (kecuali denga mereset BIOS
).